Kepala SMK Mulia Srono Ungkap Tiga Kunci Sekolah Diminati Masyarakat dalam Rakor MKKS Muhammadiyah se-Banyuwangi

Sabtu, 22 Agustus 2026
3 jam yang lalu
80 Kali Dilihat
SHARE:

 

Banyuwangi – SMK Muhammadiyah 5 Srono dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-Banyuwangi. Dalam kegiatan tersebut, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Srono menyampaikan tiga hal yang dinilai menjadi kunci agar sekolah semakin diminati masyarakat, yaitu keunggulan, keunikan, dan kelangkaan.

Rakor MKKS Muhammadiyah se-Banyuwangi dihadiri oleh para kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, koordinasi, serta berbagi gagasan dalam pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Sebagai tuan rumah, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Srono dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

“Atas nama keluarga besar SMK Muhammadiyah 5 Srono, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menjadi tuan rumah. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelayanan masih terdapat kekurangan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, ia kemudian menyampaikan pandangan mengenai pentingnya sekolah memiliki daya pembeda agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.

Menurutnya, ada tiga hal yang dapat menjadi dasar dalam membangun daya tarik sekolah, yaitu keunggulan, keunikan, dan kelangkaan.

Hal pertama adalah keunggulan. Menurutnya, keunggulan tidak selalu harus diwujudkan melalui program yang mahal. Bahkan, hal sederhana seperti kebersihan dapat menjadi sebuah keunggulan apabila dikelola dengan baik dan dilakukan secara konsisten.

Bersih adalah keunggulan yang murah. Sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman akan memberikan kesan positif kepada siswa, orang tua, maupun masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai kebersihan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan budaya dan kedisiplinan warga sekolah.

Kunci kedua adalah keunikan. Setiap sekolah perlu memiliki ciri khas yang membedakannya dari sekolah lain. Salah satu contoh yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 5 Srono adalah kultum sebelum salat Dzuhur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan sekaligus upaya membangun karakter peserta didik. Menurutnya, keunikan tidak harus berupa sesuatu yang besar. Hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi budaya dan identitas sekolah.

Sementara itu, kunci ketiga adalah kelangkaan. Sekolah perlu memiliki sesuatu yang belum banyak tersedia di sekolah lain, tetapi memiliki kebutuhan dan peluang yang besar di masyarakat.

Ia mencontohkan keberadaan jurusan atau program keahlian yang tidak dimiliki sekolah lain. Program tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan pilihan yang berbeda kepada calon siswa.

“Kalau ada jurusan yang tidak ada di sekolah lain, tetapi dibutuhkan masyarakat, itu bisa menjadi kekuatan sekolah. Kelangkaan inilah yang dapat menjadi salah satu kunci sekolah memiliki banyak siswa,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat pada dasarnya membutuhkan alasan yang jelas ketika memilih sebuah sekolah. Karena itu, sekolah perlu mampu menjawab pertanyaan sederhana, “Mengapa masyarakat harus memilih sekolah kita?”

Jawabannya dapat berasal dari keunggulan yang dimiliki, keunikan yang menjadi ciri khas, maupun kelangkaan program yang tidak tersedia di sekolah lain.

Melalui forum MKKS Muhammadiyah se-Banyuwangi tersebut, ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk tidak hanya saling berkoordinasi, tetapi juga saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan sekolah.

“Jangan sampai semua sekolah menawarkan hal yang sama dengan cara yang sama. Kita perlu menemukan apa yang menjadi keunggulan, keunikan, dan kelangkaan dari sekolah masing-masing,” pesannya.

Sebagai tuan rumah, SMK Muhammadiyah 5 Srono berharap kegiatan tersebut dapat mempererat silaturahmi antar sekolah Muhammadiyah sekaligus menghasilkan gagasan dan langkah nyata untuk meningkatkan mutu serta daya saing pendidikan Muhammadiyah di Banyuwangi.

Kegiatan rakor berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diharapkan menjadi ruang bersama bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk terus berkembang, berinovasi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.



Tanggapan

0

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama!